Gunung Panderman, Gunung Pelarian Arek Malang dari Penatnya Kebisingan Kota.

( gambar 1: dinata.my.id)

Mendaki gunung bisa dibilang wisata yang cukup menantang adrenalin yaa Amazing people, tapi buat kamu pendaki pemula ada satu gunung di malang nih yang cocok buat kamu, yaitu gunung Panderman. Gunung yang satu ini mungkin tidak banyak yang tahu. Tapi bagi warga Malang, Gunung Panderman merupakan tempat pelarian sejenak dari kesibukan sehari-hari untuk sekedar menyegarkan pikiran.

( gambar 2: saberanda.com)

Gunung Panderman adalah sebuah gunung yang terletak di Kota Batu Malang yang memiliki puncak bernama Basundara. Dan masih satu komplek dengan gunung kawi dan gunung buthak, karena memang ketiga gunung tersebut termasuk bagian gunung putri tidur. Nama gunung ini sendiri diambil dari nama seorang Belanda bernama Van Der Man yang mengagumi keindahan gunung ini pada waktu itu.

 ( gambar 3: albertusardika.blogspot.com)

  • Nama Gunung : Panderman
  • Lokasi  : Dusun Toyomerto, Kel. Songgokerto, Pesanggrahan, Batu Malang.
  • Ketinggian : 2000 (mdpl)
  • Waktu pendakian : 1 hari ( 2-3 jam menuju puncak)

( gambar 4:juleebrarian.com)

Akses Menuju Basecamp

Dari alun-alun Kota Batu ikuti saja jalan ke arah barat, sampai di perempatan yang kedua belok kiri, lalu ikuti jalan sampai bertemu perempatan lagi kemudian belok ke kanan ke jalan yang ada gapura “Wisata Gunung Panderman”. Setelah belok kanan lalu ikuti jalan yang ada sampai habis dan kalian akan sampai di basecamp pendakian. Kendaraan pribadi bisa kalian titipkan di basecamp. Di basecamp ini kalian akan ditarik retribusi pendakian sekitar  Rp. 7.500,- .

Pos-Pos yang Dilewati

( gambar 5: http://fathulmu.blogspot.co.id)

Basecamp – Latar Ombo (Estimasi waktu 45 – 60 menit)

Dari basecamp kalian dapat memilih 2 jalur menuju ke Latar Ombo. Jalur pertama yakni dari basecamp belok kiri. Sedangkan jalur yang kedua dari basecamp ikuti jalan lurus sampai bertemu percabangan belok kiri dan lurus. Belok ke kiri dengan trek yang menanjak, sedangkan percabangan yang lurus tersebut menuju ke Gunung Buthak. Kedua jalur tersebut akan bertemu sebelum Latar Ombo. Trek menuju Latar Ombo ini menanjak tetapi tidak terlalu curam dan diseleingi beberapa bonus jalan datar.

( gambar 6: dinata.my.id)

Latar Ombo – Watu Gedhe (Estimasi waktu 30 – 45 menit)

Latar Ombo merupakan tanah lapang yang cukup luas dan biasa digunakan untuk mendirikan tenda oleh para pendaki. Dari Latar Ombo, kalian akan melanjutkan perjalanan menuju Watu Gedhe. Trek menuju ke Watu Gedhe ini di dominasi oleh tanjakan. Tanjakan ddalam perjalanan ini lebih curam daripada tanjakan Basecamp – Latar Ombo.

( gambar 7:akbarmug.wordpress.com)

Watu Gedhe – Puncak (Estimasi Waktu 30 – 45 menit)

Watu Gedhe merupakan tempat dimana terdapat banyak batu-batu besar. Disini terdapat sedikit tanah datar yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda. Dari Watu Gedhe kalian akan melanjutkan perjalanan ke puncak. Trek menuju puncak masih didominasi oleh tanjakan-tanjakan yang lumayan curam dan cukup menguras tenaga. Menjelang puncak, kalian akan melewati vegetasi yang terbuka dimana angina berhembus lumayan kencang. Setelah melewati vegetasi terbuka tersebut kalian akan melewati sebuah tanjakan dan sampailah di Puncak.

( gambar 8: saberanda.com)

Di puncak ini terdapat banyak tanah datar yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda. Di puncak ini terdapat tugu penanda puncak Gunung Panderman. Berhati-hatilah menaruh barang jika berkemah di puncak karena di puncak gunung ini terdapat banyak kera.

( gambar 9: akbarmug.wordpress.com )

Sebelum mendaki gunung, pastikan stamina kalian kuat ya amazing people. Persiapan yang matang, waspada dalam pendakian, selalu menghargai alam serta meminimalisir hal-hal yang membahayakan patut kita perhatikan. Karena seperti yang kita tahu bahwa di alam kita tidak bisa selalu bergantug kepada siapapun, dan yang selalu menjadi pelajaran bagi setiap pendaki adalah bahwa alam tidak selalu ramah dengan kita.

(Visited 542 times, 1 visits today)

You might be interested in